Mungkin kalo MenKomInfo Otaknya gak melulu porno, Penjelasan berikut lebih mudah difahami.

Ada banyak isu yg dibahas mengenai BB. Etry point-nya waktu itu memang dari upaya pemblokiran. Tapi ternyata begitu dibedah lebih dalam ada aspek legal yg tidak comply.

Sebagai kabid regulasi di apjii, saya ikut menganalisa aspek hukum/legal formal layanan BIS BB. Dan usulan dari APJII adalah hanya satu: Layanan BIS dari RIM wajib berlisensi ISP.

Ada beberapa alasan antara lain:

Layanan BB bukan hanya content tapi blended antara konten aplikasi sekaligus jaringan. Operator hanyalah pemilik jaringan 3G yg hanya mengoperasikan lastmiles tapi yg mengoperasikan sepenuhnya atas layanan BIS itu murni RIM. Identik dengan model bisnis dan kerjasama pemanfaatan jaringan seperti hal ini adalah antara operator Indosat dengan anak usahanya IndosatM2.

Layanan Proxy Internet di BIS RIM itu bukan konten tapi sdh identik dengan transparent proxy yg biasa digunakan oleh ISP-ISP di indonesia untuk penyelenggaraan jasa akses internet. Maka selama layanan/fitur proxy internet ini diterapkan dalam fitur BIS RIM maka Blackberry Internet Services atau BIS RIM wajib berlisensi ISP.

Layanan push mail, BBM itu murni konten. Tidak ada perdebatan sama sekali mengenai hal ini dan RIM bisa menjual layanan ini as Value added Services. Tapi tidak bisa di blended dengan fitur-fitur lain yg wajib berlisensi, termasuk fitur Transparent Proxy Internet yg wajib berlisensi ISP.

Opsi yg ditawarkan adalah:

1. RIM tidak menerapkan fitur Transparent proxy Internet di layanannya kecuali hanya konten push mail dan konten BBM atas servernya sendiri. Maka RIM tidak perlu berlisensi ISP.

2. Jika RIM tetap menerapkan transparent proxy internet seperti saat ini atau mereka menyebutnya Third party access, maka RIM wajib berlisensi ISP.

Dgn menerapkan lisensi ISP kepada RIM atas layanan BIS, maka RIM wajib menempatkan exchange point/router/gateway dan server di dalam negeri, dikenakan pajak layanan jasa internet seperti halnya ISP lain (fairness, karena saat ini layanan mereka tidak berpajak), kewajiban yg equal dgn ISP lain saat diberlakukan filtering,  membuka lapangan kerja (karena BIS RIM itu layanannya identik dengan BROOM IM2, maka akan ada perusahaan lokasl BIS RIM sekelas IM2 dgn jumlah pegawai ratusan bahkan ribuan), akan ada pajak USO yg masuk ke negara, akan ada pajak-pajak lain sama percis dengan pajak-pajak yg diterapkan pada perusahaan di dalam negeri.

Tidak ada kebijakan yg sepihak atau tidak fair. Justru saat ini, layanan BIS RIM itu yg menerapkan model bisnis yg unfair dan sangat mengeruk tapi tidak memiliki kontribusi apapun pada negara.

Anggota APJII yg hanya ISP kecil di kota kabupaten/kecamatan yg omsetnya hanya puluhan juta sampai ratusan juta saja memberikan kontribusinya dgn merekrut tenaga lokal, pajak uso, pajak ppn, pajak pph badan, ikut memberikan kontribusi nyata pada pembangunan.

Bayangkan, pendapatan RIM mencapai USD 15jt dari fee bulanan dan belum termasuk dari keuntungan penjualan handset BB, mengalir tanpa pajak, tanpa kontribusi, tanpa PPh, kadang bahkan tanpa PPn, tidak ada kantor perwakilan, tidak ada customer service karena operator bukan pemilik tapi cuma ditumpangi.

Saya ilustrasikan hitungannya:

Pendapatan pemerintah dari pemberlakuan lisensi ISP:

Usd 250.000 per bulan untuk pajak USO

Estimasi usd 160.000 per bulan dari pph dan Usd 1.5jt per bulan dari kutipan ppn.

Pendapatan lain dari penjualan hanset:

Ppn 10%, pph badan.

Saya ilustrasikan kembali,

Jikalau pelanggan salah satu operator ISP terbesar saat ini yang hanya sekitar 250rb pelanggan di handle oleh lebih kurang sekitar 1000 orang pegawai dgn asumsi rata-rata gaji 5jt, maka 5M per bulan itu untuk gaji pegawai. Ada 5000 orang keluarga dan anak bangsa yg ikut bersuka cita mendo'akan bisnis operator tsb.

Bagaimana dengan pegawai untuk layanan BIS yg mencapai 2jt pelanggan? Artinya 8x lipat pelanggan, jikalau dihandle oleh pegawai yg sama, maka akan ada copycat operator dgn pegawai dan keluarga dan anak bangsa ini.

ISP BB akan tunduk juga pada aturan penanaman modal asing di dalam negeri. Khusus utk bisnis ISP masih tergolong pada DNI, daftar negatif investasi, yg hanya memberikan kesempatan maksimum 49% share untuk asing dan 51% untuk dalam pemodal negeri. Opsi lain ISP BB bisa melakukan Penjualan saham secara terbuka di BEI. Masyarakat bisa membeli BB, menggunakan layanan BIS tapi juga sekaligus memiliki saham RIM di Indonesia.

Kira-kira seperti itu.

Berbeda dengan ilustrasi tadi. Saat ini Layanan BIS RIM itu bak parasit yg menyedot semua resources, uang bangsa tapi sama sekali tidak memberikan kontribusi apapun.

Jadi mari, selama GAruda masih Di Dada kita, bangsa ini perlu percaya diri dan memberikan dukungan.

Apakah tanpa BB kita jadi mati atau ketinggalan?  Ada banyak pilihan yg masih lebih fair. Yahoo Messenger bisa digunakan juga karena tidak dtutup kok, Facebook dari HP murah sekelas HP china masih bisa dipakai, masih banyak lagi.

Mari kita dukung upaya postel/pemerintah saat ini dalam memberlakukan lisensi pada layanan BIS dari RIM ini.

Demikian, mohon maaf kalau ada penjelasan analisa yg kurang dan kurang berkenan.

Salam

 

Y. Heryadi

Praktisi & Pengamat IT,

Kabid Regulasi APJII.

Tentang Sabang 16

Jadi ya, minggu kemarin gue sama @kapkap dateng ke tempat gaul yang lagi ramai dibicarakan di twitter, letaknya di Jalan Sabang, namanya Sabang 16, sesuai alamat kayaknya.

Masuk ke sebuah kedai yang ditata cukup baik hanya saja terlalu sempit, sehingga harus duduk rapat-rapat dan pembicaraan semua orang terdengar dan to be honest, mengganggu.

Lalu, menunya.

Minuman

Berbagai jenis kopi, teh serta minuman panas dan dingin lain kecuali alkohol.

Makanan

Roti bakar (atau bahasa kerennya toast)

Kentang goreng sosis, telur setengah matang

dan Mie Instan alias Indomie rebus.

Yang terlintas di kepala saya: apa bedanya dengan Munir alias warung kopi kumis di belakang kampus ISTN Srengseng Sawah, bahkan Munir punya menu lebih banyak, ada bubur ayam, bubur kacang ijo aneka jus dan es campur?

Jawabnya tentu harganya

Teh panas:

IDR 16 K di Sabang 16 vs IDR 2 K di Munir

Roti bakar:

IDR 14 K di Sabang 16 vs IDR 4 K di Munir

Telur setengah matang

IDR 10 K di Sabang 16 vs IDR 4 K di Munir

daaaan Indomie rebus (pake telor)

IDR 12 K di Sabang 16 vs IDR 4 K di Munir

Lalu yang saya dapat apa? Suasana? Gak juga, sempit dan berisik dan pelayanannya lama, lah roti bakar yang saya pesan aja baru dateng ketika saya sudah kembali dari ngambil duit di ATM BCA yang adanya di ujung jalan sabang satunya.

Kesimpulannya adalah:

Sabang 16 itu Warkop Munir dengan tempat mewah dan harga yang over priced untuk semangkok Indomie rebus. Bahkan di Munir, bisa sambil angkat kaki makannya.

Verdict:

Warkop Munir win across the board. Egaliter, menabrak semua batas kelas. :))

Negeri Miskin, Bodoh nan Sombong.

Subsidi BBM tahun 2010: Rp89,3 Triliun. Subsidi listrik tahun 2010: Rp55,1 Triliun.

Sekolah dan fasilitas kesehatan yang mahal, namun bahan bakar murah.

Listrik murah namun tak mencukupi.

Berapa banyak sekolah yang bisa dibangun dengan dana Rp89,3 Triliun?

Bagaimana dengan fasilitas kesehatan?

Kalau saja subsidi listrik digunakan untuk membangun pembangkit listrik, tuntas sudah masalah listrik di Indonesia.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

On the hook

On our way back to her place, my girlfriend asks me this:

What a man would do, if he has a feeling to a girl, but the girl didn't feel the same. Meanwhile there's another girl that fall for him, but he didn't feel it?

The situation is known as chain of on the hooks.

Here's my answer to the question:

In most situation, the man will go after the girl, until he finally realized that there's absolutely no chance for him, no matter how long it might be. But this is not entirely his fault. You see, the problem with girls, they just don't have the heart to say NO in absolute certainty. The girl most probably would say, "there's no chance for me to be with you, right now." When you say "there's no chance for me to be with you", there the door is shut, and then you add, "right now", that kind of open it again, a bit, a small window of hope that in the future, there might be a chance.

Then, what happens to the girl that fall for him but he did not reply? Sadly this girl is also on the hook, and the man might be unaware of the situation, in most cases, this girl is considered as one of his best friend, that would listen to everything he said about how he feels to the other girl he's on the hook with.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Philosophy of Life

 
Philosophy of life :

 
A boat docked in a tiny Mexican fishing village.

A tourist complimented the local fishermen on the quality of their fish and asked how long it took him to catch them.

Image001


"Not very long." they answered in unison.

"Why didn't you stay out longer and catch more?"


The fishermen explained that their small catches were sufficient to meet their needs and those of their families.


Image002


"But what do you do with the rest of your time?"


Image001



"We sleep late, fish a little, play with our children, and take siestas with our wives. In the evenings, we go into the village to see our friends, have a few drinks, play the guitar, and sing a few songs.


Image003

We have a full life."


The tourist interrupted,


Image004



"I have an MBA from Harvard and I can help you!
You should start by fishing longer every day.
You can then sell the extra fish you catch.
With the extra revenue, you can buy a bigger boat."


Image001



"And after that?"


"With the extra money the larger boat will bring, you can buy a second one and a third one and so on until you have an entire fleet of trawlers.
Instead of selling your fish to a middle man, you can then negotiate directly with the processing plants and maybe even open your own plant.


Image001



You can then leave this little village and move to   Mexico City , Los Angeles , or even   New York City !

[

Image005


>From there you can direct your huge new enterprise."


Image001



"How long would that take?"
 

"Twenty, perhaps twenty-five years." replied the tourist.
 

"And after that?"
 

"Afterwards? Well my friend, that's when it gets really interesting, " answered the tourist, laughing. "When your business gets really big, you can start buying and selling stocks and make millions!"    


"Millions? Really? And after that?" asked the fishermen.




"After that you'll be able to retire,
live in a tiny village near the coast,
sleep late, play with your children,
catch a few fish, take a siesta with your wife and spend your evenings drinking and enjoying your friends."  

"With all due respect sir, but that's exactly what we are doing now. So what's the point wasting twenty-five years?" asked the Mexicans.

Image006

And the moral of this story is:


Image007


....... Know where you're going in life.... you may already be there!!
 
 
 
 


 
 
 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

life without engineers